Polres Sumba Timur Amankan Pelaku Pemeran Perdagangan Satwa Liar

Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelamatkan pemeran perdagangan burung berinisial DD serta M. Kedua-duanya diamankan Brimob Subden 3 Serta 4 Perintis Sumba Timur NTT.

“Saat melaksanakan kontrol teratur, anggota menghentikan satu unit minibus yang menyangsikan nyatanya d idalamnya ada tumpukan kardus yang berisi burung yang akan diperjualbelikan ke luar pulau Sumba, ” kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sumba Timur Bripka Alex Talahatu, SH, Sabtu (8/9/2018) .

Dia memaparkan, petugas temukan 5 ikatan kardus dalam tiap-tiap ikatan 6 kotak kardus terdapat 526 ekor burung Branjangan (Mirafra javanika) serta 24 ekor burung tipe Decu Belang (Saxicola caprata) satwa itu ditangkap di Balai Taman Nasional Sumba.

“Jadi pemeran mengakui beli burung-burung itu dari orang Desa Maujawa serta akan dibawa ke luar wilayah lewat pelabuhan Weekelo Sumba Barat Daya, ” terangnya.

Artikel Terkait : harga kacer mini

Alex memberi tambahan, seusai melaksanakan penyelarasan dengan Balai Taman Nasional, Dinas Karantina serta Kejaksaan kalau aksi pemeran bisa dipakai hukuman administrasi melalui cara bikin surat pengakuan supaya tidak ulangi kelakuannya.

Sesaat Kasat Polisi Kehutanan Taman Nasional Matalawa Sumba Agung Nugraha, A Md mengemukakan, peredaran perdagangan satwa liar di pulau Sumba begitu susah terdeteksi sebab dijalankan saat malam hari.

“Tentunya banyak pemeran dapat memakai mobil pribadi sampai seringkali lepas dari pengawasan petugas, ” bebernya.

Lanjut Agung, terdapatnya peristiwa itu, faksinya terus akan melaksanakan identifikasi. Pemeran perdagangan satwa liar tidak dengan surat angkut tumbuhan serta satwa dalam negeri (SATS-DN) menyalahi peraturan Bupati Sumba Timur tanggal 24 Juli 2017 mengenai larangan penangkapan serta penembakan burung serta satwa liar yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *