May 27, 2020
tambak udang

Membuat kolam tambak dengan harga lebih murah menggunakan Gemomembrane

Tidak dipungkiri bisnis perikanan atau tambak termasuk salah satu bisnis potensial yang tidak lengkang oleh waktu, contoh nya bisnis budidaya lele, ataupun udang vaname, hasil budidaya perairan ini yang menjadi komoditas besar untuk di kembangkan seperti yang kita ketahui lele merupakan menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat ataupun udang vaname yang mana pada tahun 2013 Indonesia menempati posisi terbesar kedua di dunia untuk produksi udang vaname.

Sarana dan prasarana menjadi kunci utama dalam menghasilkan budidaya perikanan yang maksimal, dan berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas hasil panen.

Saat ini sedang trend penggunaan kolam bundar pada budidaya perairan, Kolam bundar adalah kolam diatas tanah yang rangkanya dibentuk menggunakan besi Wire-mesh dan plastik sebagai alas pelindungnya. Metode ini mulai digemari karena efektif dan efisien serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Sebagai pelapis dari kolam bulat ini sebagian besar menggunakan Terpal sebagai alas kolam bundar mereka, padahal penggunaan Terpal sangat beresiko terhadap kualitas komoditi tambak yang sedang dibudidayakan karena durabiliti terpal sendiri cenderung tidak tahan lama, sehingga pembudidaya wajib memonitoring setiap waktu untuk memastikan terpal masih dalam keadaan baik.

Salah satu solusi untuk pembuatan kolam bundar agar lebih efektif dan efisien dalam jangka panjang adalah penggunaan geomembrane, meski harga geomembrane relatif lebih mahal dibandingkan terpal namun memiliki keunggulan dalam jangka panjang nya, Seperti Dalam budidaya udang di tambak, penggunaan geomembran memiliki beberapa keuntungan yaitu dapat melindungi udang dari keasaman tanah, terutama ketika baru tebar benih sehingga dapat menekan kematian pada udang. Pada kolam pembibitan penggunaan geomembran jauh lebih aman dibandingkan dibudidayakan pada tambak semen, terutama pada kolam atau tambak baru. Hal ini dikarenakan semen masih mengandung zat kimia.

Dari hasil uji laboratorium didapatkan hasil bahwa budidaya menggunakan geomembrane dapat meningkakan daya tahan jauh lebih lama. Dari segi biaya jika dibandingkan dengan menggunakan semen, instalasi tambak dengan menggunakan geomembrane dapat menghemat biaya investasi hingga 30—40%. Bahkan, di beberapa daerah, seperti di Lampung, geomembrane bekas (used geomembrane) pun masih bisa dijual kembali ke sesama petambak.
Salah satu keunggulan geomembrane adalah memiliki ketebalan yang beragam, mulai dari 0,3 mm hingga 2 mm. Semakin tebal geomembrane, tentu semakin memiliki daya tahan yang tinggi dan juga harganya semakin mahal. Memilih ketebalan ini menyesuaikan dengan macam budidaya yang akan dilakukan. Sebagai contoh untuk kolam bioflok, geomembrane dengan ketebalan 0,3 mm dinilai sudah cukup.

Kelebihan lainnya lapisan plastik ini tidak mudah rusak akibat paparan matahari langsung secara terus menerus. Molekul tersebut juga membuat geomembrane tidak mudah tergores apalagi bocor karena Geomembrane terbuat dari HDPE (High Density Polyethylene). Dengan demikian, pemilik tambak tidak perlu lagi untuk selalu melakukan pemantauan demi memastikan bahwa kolamnya tidak mengalami kebocoran.

Seperti hal nya Terpal, geomembrane juga mudah dibentuk sesuai dengan rangka kolam bundar yang akan dibuat karena geomembrane bisa mengikuti lekuk kolam dengan lebih baik, sehingga lipatan yang dibuat akan lebih kuat dan tidak mudah lepas.

Dari segi efisiensi penggunaan geomembrane memiliki nilai yang besar karena ketahanannya sampai 10 tahun. Hal ini tentunya dapat pengoptimalan pengeluaran pada proses budidaya, karena pembudidaya tidak perlu mengganti geomembrane dari kolam lama saat ingin memulai proses budidaya yang baru dan itu dapat dilakukan berulang-ulang dengan begitu, keuntungan yang didapat juga akan menjadi lebih besar.

Terlepas dari berbagai keunggulannya, lapisan geomembrane dapat mengalami kerusakan jika terkena benda tajam, misalnya kerikil yang permukaannya tajam atau terkena alat yang memiliki ujung runcing.Untuk mencegah hal ini, dapat diberikan material timbunan yang mencegah kontak langsung antara lapisan geomembran dengan permukaan yang tajam atau runcing. biasanya lapisan geomembran diberi timbunan Bahan yang dapat dijadikan pelindung ini antara lain pasir, ban bekas yang diisi pasir, batuan kecil, atau geotextile non woven.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *