May 27, 2020
luka diabetes

Cara Melakukan Perawatan Luka Diabetes Agar Tidak Makin Parah

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang kerap diderita oleh masyarakat Indonesia. Terjadinya penyakit ini umumnya dikarenakan oleh faktor keturunan, namun tidak menutup kemungkinan juga pada mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes di keluarganya juga bisa mengidap penyakit ini.

Terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, jarang melakukan aktivitas gerak ataupun berolahraga, dll. Diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol agar tidak bertambah parah dengan selalu memastikan kadar gula dalam darah tetap stabil. Ketika mengalami luka pun, perawatan luka diabetes akan cukup berbeda dengan orang yang tidak menderita penyakit ini.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang terjadi karena tubuh tidak mampu untuk memproduksi atau menggunakan insulin yang ada di dalam tubuh. Insulin itu sendiri merupakan hormone yang berperan untuk mengubah gula dan glukosa di dalam tubuh menjadi energi.

Sebab kegagalan fungsi insulin inilah, mengakibatkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat gangguan metabolisme. Kondisi ini jika dibiarkan mampu menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya ketika mengalami luka akan lebih susah disembuhkan dibandingkan dengan orang dengan kondisi normal.

Bagi mereka yang menderita diabetes biasanya memang memiliki gejala khas berupa luka yang lama dan susah sembuh. Tidak hanya itu saja, luka juga bisa memburuk dengan cepat dan menyebabkan infeksi.

Bahkan pada beberapa kasus juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Luka yang terjadi pada penderita diabetes bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja. Namun biasanya bagian kaki menjadi lokasi utama timbulnya luka yang tidak kunjung sembuh pada penderita diabetes.

Pada penderita diabetes yang mengalami luka pada bagian kakinya, perlu melakukan perawatan bagian yang terluka segera mungkin dan dengan cara yang tepat. Karena jika dibiarkan bisa berubah menjadi komplikasi serius.

Bahkan luka pada kaki bisa menjalar dan menginfeksi, hingga mengharuskan untuk diamputasi. Tentunya hal ini sebaiknya dihindari dan jangan sampai terjadi. Karena bisa mengurangi kemampuan kita untuk beraktivitas dengan normal.

Memiliki luka pada kaki memang bisa menjadi momok tersendiri bagi penderita diabetes. Dengan terus menjaga gula darah tetap stabil dan merawat dengan baik kaki Anda, dinilai menjadi cara tepat yang bisa dilakukan agar luka tidak semakin parah, hingga menyebabkan harus diamputasi.

Agar luka tidak mengalami kondisi yang lebih parah, seperti infeksi, borok, bahkan amputasi luka, maka sebaiknya lakukan berbagai tips berikut ini ketika mengalami luka, yaitu:

1. Segera obati.
2. Kurangi tekanan pada luka.
3. Kontrol selalu gula darah Anda dengan melakukan gaya hidup sehat agar membantu proses penyembuhan luka.
4. Waspadai tanda-tanda infeksi jika muncul gejala-gejala, seperti kemerah-merahan, rasa sakit, dan terasa hangat.
5. Berolahraga.
6. Menghubungi dokter apabila luka semakin parah dan timbul berbagai gejala-gejala infeksi.

Nah, itu tadi beberapa cara perawatan luka diabetes dirumah yang bisa dilakukan. Untuk merawat luka pada penderita diabetes ada langkah-langkahnya tersendiri. Yaitu dimulai dengan membersihkan luka terlebih dahulu menggunakan air bersih mengalir, kemudian baru mengoleskan salep antibiotik khusus luka.

Jika sudah, Anda bisa menutup luka diabetes menggunakan kasa atau perban steril. Pastikan setiap harinya luka dibersihkan dengan air dan sabun, lalu oleskan salep lagi dan tutup dengan kasa. Setiap melakukan hal ini, cek kondisi luka diabetes yang dialami, apakah berangsur-angsur membaik atau justru bertambah parah. Untuk kondisi luka diabetes yang parah perlu ditangani dengan hati-hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *